• Kamis, 1 Desember 2022

Ingin Bangun Madrasah Negeri, Filipina Berguru ke Madrasah dan Pesantren di Indonesia

Andri B.Soleh
- Kamis, 15 September 2022 | 18:00 WIB
Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah, dan Teknik dari Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (MBHTE BARMM) Filipina (Kemenag)
Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah, dan Teknik dari Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (MBHTE BARMM) Filipina (Kemenag)

NOLMETER.COM - Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah, dan Teknik dari Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (MBHTE BARMM) Filipina berencana membangun Madrasah Negeri di negara Mutiara Laut Orien. Mereka berguru ke Indonesia dalam hal membangun, membuat kebijakan serta implementasi kebijakan.

Saat berkunjung ke Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI di Jakarta, rombongan yang terdiri dari 16 orang ini diterima oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pendis Muhammad Ali Ramdhani.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Kang Dhani ini menjelaskan bahwa rombongan dari Filipina yang sedang benchmarking ini akan melakukan kunjungan ke beberapa lembaga Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Al Hamid Jakarta Timur, Ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta dan MAN Insan Cendekia (IC) Serpong Tangerang Selatan.

Kang Dhani menjelaskan, bahwa saat ini Kemenag melayani sebanyak lebih dari 77.000 lembaga madrasah, sebanyak 700 lembaga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) baik negeri maupun swasta, dan melayani 35.000-an Pondok Pesantren yang tersebar diseluruh penjuru Indonesia.

Baca Juga: Kalahkan Ratusan Saingan , Siswi Madrasah Ini Jadi Puteri Pendidikan Indonesia 2022

“Ini adalah angka luar biasa dan semua ini ditangani secara struktural oleh Ditjen Pendis. Sehingga bisa dikatakan ini adalah Direktorat paling besar di Indonesia,” kata Kang Dhani di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta.

Selain itu, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini menjelaskan bahwa, praktik baik alias berguru tentang penyelenggaraan madrasah ini juga selayaknya bisa lakukan pihak Kemenag sendiri. Artinya tidak ada salahnya berguru ke Filipina, khususnya ke Moro.

“Sebetulnya, benchmarking penting, karena kita saat ini melakukan terobosan bahwa ada tantangan kepada generasi di masa depan. Lalu, kurikulum kami rancang, agar mampu menjawab masa depan anak madrasah. Maka, di Madrasah Aliyah kami lakukan rekonstrusksi kurikulum dengan Cambridge sehingga alumni diterima di kampus terkemuka di dunia,” papar Kang Dhani.

Di hadapan delegasi asal Filipina, Kang Dhani juga menjelaskan bahwa madrasah di Indonesia pada dasarnya adalah sekolah pada umumnya. Namun, yang membedakan adalah satu, tambahan pelajaran agama. “Bedanya satu, bahwa kami menambahkan pelajaran agama sebagai inti penyelenggaraan madrasah. Sehingga kami tidak merubah, tapi menambah.” Tukas Alumi ITB Bandung ini.

Dirjen Madaris Bangsamoro Filipina mengungkapkan bahwa, alasan mereka berguru ke Indonesia ini karena karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim yang terbesar di dunia. “Selain itu, kami bisa menginterpretasikan kata 'moderasi' dengan Indonesia,” tukas Tahir.

Halaman:

Editor: Andri B.Soleh

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa Madrasah Kalteng Raih Prestasi Catur Internasional

Selasa, 6 September 2022 | 18:00 WIB

Semua Santri Mahasina Dinyatakan Lulus Seleksi PTN

Senin, 5 September 2022 | 18:00 WIB
X