• Selasa, 27 September 2022

Menkes Budi Bakal Bentuk BGSi, Apa Itu?

Andri B.Soleh
- Selasa, 2 Agustus 2022 | 10:30 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau gedung Eijkman (Kemenkes)
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau gedung Eijkman (Kemenkes)

NOLMETER.COM- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau gedung Eijkman di Jakarta, Senin (1/8). Kunjungan dilakukan menyusul adanya rencana peresmian Biomedical dan Genome Sience Initiative (BGSi) pekan depan 13/14 Agustus 2022.

Dalam kunjungannya, menkes Budi meninjau ruangan yang nantinya akan digunakan untuk penelitian genome. Terdapat Lab imunologi, Lab sel dan molekuler, ruang ekstraksi DNA, dan Lab genomik diabetes.
 
Tak hanya itu, menkes juga memberi saran detail terkait tata letak ruangan di gedung Eijkman.
 
Menkes Budi menginisiasi adanya transformasi di bidang kesehatan. Ada 6 jenis transformasi kesehatan yang dilakukan, yakni Transformasi Layanan Primer, Transformasi Layanan Rujukan, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan, Transformasi SDM Kesehatan, dan Transformasi Teknologi Kesehatan.
 
 
Program BGSi ini termasuk bagian dari pilar keenam transformasi kesehatan bidang teknologi kesehatan.
 
Sebelumnya untuk melihat kondisi kesehatan seseorang diambil dari darah, MRI, dan CT Scan. Melalui BGSi, ke depan diagnosisnya menggunakan genom sequencing. Genome sequencing bisa melihat secara benar-benar rinci yang ada di tubuh manusia, terutama terkait kondisi kesehatan seperti apa.
 
''Malah ke depannya melalui BGSi ini bisa melihat potensi penyakit yang akan timbul di masa mendatang,'' ujar Menkes Budi.
 
Genome sequencing adalah metode yang digunakan untuk mengurutkan genom yang berada di organisme, seperti bakteri, virus, dan manusia. Genom adalah materi genetik yang tersusun dari DNA.
 
Metode genome sequencing banyak digunakan sebagai penelitian di bidang genetik dan biologi molekuler, termasuk di bidang medis untuk memahami berbagai penyakit
 
 
Mesin genome sequencing saat ini hanya ada 12. Nanti akan ada sekitar 30 yang akan digunakan di rumah sakit rujukan nasional antara lain RS Kanker Dharmais, RS PON untuk stroke, RSCM untuk penyakit metabolik seperti diabetes dan ginjal, RS di Yogyakarta, kemudian RSPI untuk infeksi, dan RS Sanglah untuk aging and wellness.

Editor: Andri B.Soleh

Sumber: kemenkes

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa Madrasah Kalteng Raih Prestasi Catur Internasional

Selasa, 6 September 2022 | 18:00 WIB

Semua Santri Mahasina Dinyatakan Lulus Seleksi PTN

Senin, 5 September 2022 | 18:00 WIB

Kemenag Rilis Lagu Gembira 'Hari Anak Nasional'

Selasa, 9 Agustus 2022 | 18:00 WIB

Kemenag Lahirkan 17 Guru Besar Baru PTK

Minggu, 7 Agustus 2022 | 18:00 WIB
X