• Selasa, 27 September 2022

Gerhana Matahari Total 2023 Jadi Kado Untuk Seabad Bosscha

Andri B.Soleh
- Senin, 16 Mei 2022 | 18:00 WIB
Gerhana matahari (Pixabay/Tonyhangzhou)
Gerhana matahari (Pixabay/Tonyhangzhou)

NOLMETER.COM - Januari tahun 2023 mendatang akan jadi  peringatan seabad astronomi modern Indonesia. Indonesia memulai tonggak astronomi modern dengan ditandai dengan peresmian Observatorium Bosscha ITB pada 1 Januari 1923 sebagai observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara.

Uniknya peringatan 100 tahun atau satu abad ini, astronomi Indonesia akan mendapat hadiah, yaitu gerhana matahari total yang akan terjadi pada 20 April 2023.

Gerhana matahari sendiri adalah fenomena yang terjadi ketika posisi bulan segaris dengan bumi dan matahari sehingga mengaburkan pandangan bumi terhadap matahari secara total maupun sebagian. Bayangan bulan akan jatuh pada posisi di bumi sesuai lintasannya, menyebabkan kegelapan sesaat.

Baca Juga: Nanti Malam Ada Gerhana Bulan, Catat Ini Cara Shalatnya

Proses gerhana matahari ini berlangsung bertahap. Seiring dengan pergerakan bulan menutupi matahari sedikit demi sedikit, sinar matahari terakhir akan terlihat melewati lembah-lembah di bulan hingga akhirnya tertutup sempurna pada fase total, menyisakan pancaran bagian korona matahari yang menjulur dari tepi bulan setelah itu, bulan akan bergeser hingga matahari tampak utuh kembali.

Pada fase total, ada beberapa hal menarik yang dapat diamati. Karena intensitas cahaya matahari berkurang, keadaan akan tampak gelap seperti malam dengan bulan purnama, dan langit di daerah cakrawala seperti pada sore hari. Atmosfer bumi akan mendingin, suhu akan turun, kelembapan naik, dan kecepatan angin berubah.

Suasana juga akan cenderung sunyi karena hewan seperti burung, ayam, dan ternak bersiap untuk tidur, dan hewan malam berperilaku lebih waspada, meskipun hari masih siang.

Baca Juga: Rahasia Belajar Efektif, Jelang UTBK SBMPTN Dan Ujian Lain

“Penurunan suhu saat fase total bisa berkisar 6-15°C. Besarannya tergantung banyak faktor, seperti musim setempat, tutupan awan, dan panjang totalitas gerhana,” terang Yatny Yulianty, staf Divisi Pendidikan dan Penjangkauan Publik Observatorium Bosscha ITB seperti dikutip dari Laman ITB ini.

Di Indonesia, gerhana matahari total baru tercatat tiga kali selama empat dasawarsa terakhir, yang terkini pada Maret 2016. Pada 20 April 2023 mendatang, gerhana matahari total dapat diamati di Indonesia bagian timur, dan di sebagain besar daerah akan teramati gerhana matahari sebagian.

Halaman:

Editor: Andri B.Soleh

Sumber: ITB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa Madrasah Kalteng Raih Prestasi Catur Internasional

Selasa, 6 September 2022 | 18:00 WIB

Semua Santri Mahasina Dinyatakan Lulus Seleksi PTN

Senin, 5 September 2022 | 18:00 WIB

Kemenag Rilis Lagu Gembira 'Hari Anak Nasional'

Selasa, 9 Agustus 2022 | 18:00 WIB

Kemenag Lahirkan 17 Guru Besar Baru PTK

Minggu, 7 Agustus 2022 | 18:00 WIB
X