• Jumat, 20 Mei 2022

Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi Diikuti Anak Berkebutuhan Khusus

Andri B.Soleh
- Jumat, 13 Mei 2022 | 18:00 WIB
Empat santri disabilitas mengikuti seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (Kemenag)
Empat santri disabilitas mengikuti seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (Kemenag)

NOLMETER.COM - Akses beasiswa santri berprestasi kini juga terbuka untuk anak-anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas. Tahun ini, setidaknya ada empat santri disabilitas yang ikut ambil bagian dalam seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang digelar Kementerian Agama. 

Mereka berasal dari pesantren Raudlatul Makfufin, Serpong, Tangerang Selatan. Keempatnya mengikuti Computer Assested Test (CAT) PBSB Kemenag untuk jenjang Strata Satu (S.1).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan, keikutsertaan santri berkebutuhan khusus dalam CAT PBSB merupakan bentuk implementasi UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan PP No 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi Yang Layak Untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas.

Baca Juga: Pendaftaran “Santri Digitalpreneur Indonesia 2022” Telah Dibuka Hingga 25 Mei 2022

"Para santri disabilitas tersebut kita fasilitasi dengan semestinya dan kita penuhi hak-haknya untuk mengikuti seleksi PBSB agar mereka dapat memperoleh akses pendididikan yang diinginkan," ujar Ramdhani di Serpong, Kamis (12/5).

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur, berharap keikutsertaan santri berkebutuhan khusus pada seleksi PBSB bisa lebih meningkat di tahun mendatang, sekaligus menjadi motivasi bagi santri lainnya.

"Pesantren Raudlatul Makfufin yang diasuh Kiai Rokhman masuk dalam program Pengembangan Pesantren Iklusif binaan Kemenag. Pesantren ini memiliki santri berkebutuhan khusus tuna netra yang dalam kesehariannya diajarkan pendidikan agama dan umum," terang Waryono.

Sekretaris Pokja Pendidikan Inklusi Kemenag, Sakdiyah, saat memonitoring pelaksanaan tes CAT PBSB mengaku, kesiapan santri menggunakan android cukup baik. Pesantren juga memberikan pembelajaran berbasis TIK, sehingga tidak ada kendala yang berarti dalam mengikuti tes CAT ini.

Baca Juga: Luvena, Alumni Madrasah Dapat Beasiswa Kuliah Penerbangan Sipil di Moskow

"Meski para santri hanya boleh menggunakan android sekali dalam sepekan, namun dalam pembelajaran sehari-hari santri menggunakan komputer bicara dengan screen reader," jelas Sakdiyah yang juga Kasubdit Pendidikan MDT.

Halaman:

Editor: Andri B.Soleh

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X