• Selasa, 27 September 2022

Mahasiswa Unpad Kembangkan Permen Kenyal Untuk Berhenti Merokok

Andri B.Soleh
- Selasa, 8 Februari 2022 | 18:00 WIB
 Tim memilih permen untuk kecanduan rokok dalambentuk lozenges yang bertekstur kenyal  (Humas Unpad)
Tim memilih permen untuk kecanduan rokok dalambentuk lozenges yang bertekstur kenyal (Humas Unpad)

NOLMETER.COM - Sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran berupaya untuk ikut menurunkan angka kecanduan rokok di Indonesia. Upaya yang dilakukan bukan dalam bentuk kampanye, tetapi menghasilkan inovasi permen yang mampu menurunkan kecanduan merokok bagi mengosumsinya. Tim ini berhasil membuat permen yang memiliki kandungan cytisine, atau senyawa bahan alam yang bisa menurunkan kecanduan nikotin pada perokok.

Bisa dikatakan upaya ini merupakan kolaborasi mahasiswa lintas bidang. Ada Rifky Adhia Pratama (Kimia), Tiara Zahra Shafira (Akuntansi), Endang Juliansyah (Kimia), Iis Kurniasih (Kimia), dan Kevin Reza Reynantha (Administrasi Bisnis) serta dosen pembimbing Rani Maharani, M.Si., PhD. 

Rifky menjelaskan, inovasi ini didasarkan atas hasil penelusuran tim yang menemukan bahwa angka prevalensi merokok Indonesia menempati peringkat ketujuh di dunia dengan persentase tingkat merokoknya sebesar 39,90 persen.

Baca Juga: Keren Mahasiswa Unair Ini Bisa Mengembangkan Bahan Bakar Gel Dari Minyak Jelantah

Tim lalu berupaya ikut mencari cara membantu menurunkan angka kematian akibat merokok di Indonesia. Salah satunya dengan mencari senyawa alami yang mampu menurunkan kecanduan nikotin di otak. Dari hasil penelusuran, ditemukan senyawa alami cytisine yang memiliki kemampuan bioaktivitas untuk mencegah terikatnya nikotin ke reseptor yang ada di otak.

Rifky menjelaskan, nikotin merupakan zat aditif yang mampu mengikatkan diri ke reseptor di otak. Dampak dari terikatnya nikotin di reseptor adalah menimbulkan efek candu.

Berdasarkan hasil kajian yang sudah ada, cytisine memiliki kemampuan untuk mengikat ke reseptor di otak tujuh kali lebih kuat ketimbang nikotin. Dengan demikian, semakin banyak cytisine diikat di otak dibandingkan nikotin, maka akan mampu menurunkan efek kecanduan rokok pada perokok.

Padahal senyawa cytisine sendiri sudah populer di benua Eropa sebagai terapi untuk menurunkan kecanduan rokok. Bahkan senyawa ini sudah dilakukan sintesis organiknya dan sudah banyak dijualbelikan dalam bentuk tablet. Sayangnya, hal ini masih belum populer di Indonesia.

Tim ini kemudian mencari kandungan alam yang mengandung senyawa cytisine. Dibantu dengan dosen pembimbing, tim menemukan hasil penelitian bahwa ekstrak cytisine dapat diperoleh dari jenis tanaman Laburnum atau golden chain tree dalam jumlah yang cukup banyak.

Baca Juga: Camilan dari Kulit Kopi Karya Mahasiswa Unpad

Halaman:

Editor: Andri B.Soleh

Sumber: Unpad

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa Madrasah Kalteng Raih Prestasi Catur Internasional

Selasa, 6 September 2022 | 18:00 WIB

Semua Santri Mahasina Dinyatakan Lulus Seleksi PTN

Senin, 5 September 2022 | 18:00 WIB

Kemenag Rilis Lagu Gembira 'Hari Anak Nasional'

Selasa, 9 Agustus 2022 | 18:00 WIB

Kemenag Lahirkan 17 Guru Besar Baru PTK

Minggu, 7 Agustus 2022 | 18:00 WIB
X