• Jumat, 2 Desember 2022

Ternyata Kulit Durian Bisa Jadi Pot Tanaman Ramah Lingkungan

Andri B.Soleh
- Senin, 13 September 2021 | 16:20 WIB
Pot kulit durian buatan mahasiswa UGM (Humas UGM)
Pot kulit durian buatan mahasiswa UGM (Humas UGM)

Nol Meter - Empat mahasiswa UGM memperkenalkan pot tanaman  ramah lingkungan atau eco-pot berbahan serat kulit durian dan rumput gajah. Kulit durian dan rumput gajah selama ini melimpah karena dianggap limbah organik yang kurang bermanfaat.

Peternak sapi atau kambing biasanya menemukan  sekitar 10-15% sisa rumput gajah yang tidak habis dimakan ternak. Limbah ini biasanya dibuang atau dibakar. Sementara , sisa kulit durian dibiarkan saja membusuk di tempat pembuangan sampah.

Tim mahasiswa UGM dari berbagai fakultas yang terdiri dari   Wikan Wicaksono (Teknologi Pertanian), Nabilah Khansa Mafudzah (Teknologi Pertanian), Dika Anggraeni (Teknologi Pertanian) dan Lukman Yulianto (Teknik Kimia) melihat ini sebagai peluang untuk masuk dalam  Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset dan Eksakta (PKM-RE).

Baca Juga: Kerennya Mesin Panen Jambu Buatan Mahasiswa IPB

Tim ini  kemudian melakukan penelitian secara intensif semua bahan dan menghitungnya untuk menjadi sesuatu yang berguna.

“ Kami memanfaatkan limbah kulit durian dan rumput gajah yang jumlahnya cukup melimpah. Kandungan serat, lignin, dan selulosa yang cukup tinggi dapat digunakan untuk membuat sesuatu yang kuat dan kokoh, yaitu menjadi eco-pot,” tutur Wikan.

Baca Juga: Ternyata Ada Biskuit Sapi , Supaya Hasil Susunya Melimpah

Baca Juga: Deodorant Penghilang Bau Badan Ini Ternyata Dari Daun Belimbing

Wikan menjelaskan, proses pembuatan eco-pot  yang dimulai dari pengambilan serat pada kulit durian dengan  diparut. Serat ini kemudian dikeringkan bersamaan dengan rumput gajah yang sudah dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil. Setelah dikeringkan selama 36 jam, serat diambil dan selanjutnya ditimbang bersama tanah liat untuk dibuat pot.

“ Setelah pembuatan pot, perlu dilakukan proses pengeringan menggunakan bantuan alat cabinet dryer dan biasanya memerlukan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 48 jam,” tambah  Dika.

Halaman:

Editor: Andri B.Soleh

Sumber: Humas UGM

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa Madrasah Kalteng Raih Prestasi Catur Internasional

Selasa, 6 September 2022 | 18:00 WIB

Semua Santri Mahasina Dinyatakan Lulus Seleksi PTN

Senin, 5 September 2022 | 18:00 WIB
X