• Selasa, 7 Februari 2023

Profil Haedar Nashir, Ketua Umum Muhammadiyah: Mulai Karir dari Bawah

- Selasa, 22 November 2022 | 11:17 WIB
Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027 (IG @muktamar48)
Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027 (IG @muktamar48)

NOLMETER.com - Dilansir dari Kompaspedia.kompas.id Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisiyah yang digelar di Surakarta telah selesai. Dari hasil sidang akbar itu diperoleh ketua umum pimpinan pusat Muhammadiyah yaitu Haedar Nashir dengan suara sebanyak 2.203. Sedangkan ketua umum  pimpinan pusat untuk Aisiyah adalah Salmah Orbaniyah.

Haedar Nashir sebelumnya juga menjabat sebagai ketua umum Muhammadiyah periode 2015-2022 menggantikan ketua sebelumnya, yakni, Din Syamsudin. Sosok Haedar bukanlah orang baru di dunia organisasi masyarakat Islam. Sebelumnya dia telah memulai karir di perserikatan Muhammadiyah.

Haedar Nashir lahir di Bandung pada 25 Februari 1958. Ia memulai karir sebagai Ketua I Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah pada 1983. Dua tahun kemudian ia dipercaya menduduki jabatan Deputi Kader PPP Pemuda Muhammadiyah hingga 1990.

Baca Juga: Piala Dunia 2022, Sedang Berlangsung, dan Menjadi Perjuangan Jalan Tekanan Tinggi

Karirnya tak berhenti sampai di situ. Pada 2000 ia diberi mandate sebagai Sekertaris Umum PP Muhammadiyah hingga lima tahun mendampingi. Ketua Umum saat itu adalah Buya Syafi’I Ma’arif. Pada Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar Haedar Nashir terpilih sebagai ketua umum menggantikan Din Syamsuddin. Pada waktu itu ia memperoleh suara sebanyak 1.987 mengalahkan kandidat lain, Yunahar Ilyas yang mengantongi suara sebanyak 1.928.

Peran Haedar di dunia pendidikan tinggi pun tak kalah moncer. Ia aktif mengajar di berbagai universitas. Ia mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ia juga mendarmakan ilmunya di Universitas Islam negeri Sunan Kalijaga. Tak hanya itu pria asli Bandung ini juga menjadi pembimbing disertasi di Universitas Gajah Mada.

Sebagai seorang cendekia, Haedar juga menulis banyak buku. Buku-buku yang ditulisnya kebanyakan mengenai kemuhammadiyahan. Di antaranya adalah buku berjudul Muhammadiyah Gerakan Pembaruan, Memahami Ideologi Muhammadiyah, Muhammadiyah Abad Kedua dan Menggugat Modernitas Muhammadiyah serta masih ada buku-buku lainnya.

Kontribusi Haedar melalui pengabdian dan dedikasi serta karya-karyanya itu membawa ia pada bebagai penghargaan dalam negeri. Ia memperoleh penghargaan sebagai ilmuwan terbaik di bidang sosial pada 15 Februari 2022. Ia masuk pada deretan top 100 ilmuwan sosial di Indonesia yang dikeluarkan oleh Alper-Doger, Scientific Index 2022, Ranking Scietist University. Selain itu ia juga dinobatkan sebagai Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Baca Juga: 3.2 Miliar Database Peduli Lindungi Bocor, Apakah Milik Kamu Juga? Cek Data Pribadi Di Sini

Editor: Linggar Rimbawati

Sumber: Kompaspedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X