• Minggu, 5 Februari 2023

Ini Rekomendasi IPB University untuk Penanggulangan PMK

Andri B.Soleh
- Kamis, 30 Juni 2022 | 12:30 WIB
Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) di RPH Kota Bogor (Pemkot Bogor)
Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) di RPH Kota Bogor (Pemkot Bogor)

NOLMETER.COM - Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini masih terus meningkat ke berbagai daerah. Hingga pertengahan Juni 2022, Kementerian Pertanian melaporkan bahwa PMK sudah menyebar ke 186 Kabupaten/Kota di 18 Provinsi, dan sudah menjangkiti lebih dari 165.000 ekor ternak.

Mencermati hal tersebut, IPB University telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan PMK. Prof Deni Noviana, Kepala Satgas Penanggulangan PMK IPB University mengatakan, pembentukan Satgas bertujuan memberikan masukan kepada pemerintah, melakukan program aksi terjun ke peternak/masyarakat, dan turut mensosialisasikan serta memberikan pemahaman pada peternak/masyarakat terkait dalam pencegahan penyebaran PMK.

IPB University turut prihatin atas kondisi yang menimpa para peternak sapi potong/pedaging, sapi perah dan kambing/domba akibat dari wabah PMK ini. IPB University juga mengapresiasi Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian atas langkah dan tindakan yang telah dilakukan,” sebut Dekan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University ini.

Baca Juga: Wabah PMK, Pengunjung Kecewa Dilarang Memberi Makan Rusa Istana Bogor

Untuk mengefektifkan penanganan PMK secara nasional, IPB University memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah. Antara lain mendorong pemerintah untuk melakukan langkah-langkah koordinatif lintas kelembagaan dan kementerian yang lebih intensif dan fokus.

“Penanganan PMK tidak bisa sendiri. Butuh koordinasi dan kolaborasi dari berbagai pihak. IPB University juga mendorong pemerintah melakukan Public Private Partnership, agar keterlibatan stakeholder khususnya pihak industri dapat bersama-sama menanggulangi PMK,” ujarnya.  

Disamping itu, Prof Deni menyebut, IPB University juga siap membantu pemerintah untuk mengintensifkan upaya pencegahan (preventif) pada ternak sehat dan pengobatan (kuratif) pada ternak terkena PMK. Bahkan, sejak awal terjadinya wabah, IPB University telah melakukan berbagai program aksi dalam pengendalian dan sosialisasi wabah PMK melalui SKHB dan Fakultas Peternakan (Fapet).

“Upaya preventif yang perlu dilakukan antara lain Penerapan Biosekuriti, Peningkatan Imunitas Ternak, percepatan dalam pengadaan vaksin PMK dan produksi vaksin PMK di Indonesia, pengawasan yang lebih ketat, pemasukan hewan hidup dan produk hewan dari luar negeri/import,” kata dia.

Sementara tindakan pengobatan (kuratif) diantaranya memastikan ketersediaan dan kestabilan harga obat-obatan, vitamin, disinfektan, dan antiseptik serta memobilisasi sumber daya manusia di bidang kesehatan hewan dan peternakan dari berbagai institusi, organisasi atau asosiasi profesi termasuk perguruan tinggi tentunya untuk mendukung penanggulangan PMK.

Terkait pelaksanaan vaksinasi, Prof Agik, anggota tim pakar Satgas menyampaikan, pada prinsipnya vaksinasi pada hewan sama dengan manusia. Vaksin diberikan hanya kepada mereka yang sehat. Bagi yang sakit atau terinfeksi, dapat ditangani dengan pemberian obat. Karenanya, menurut dia, kolaborasi dengan industri farmasi, mutlak diperlukan dalam penanganan wabah ini.

Halaman:

Editor: Andri B.Soleh

Sumber: IPB University

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X