• Selasa, 27 September 2022

Jemaah Haji Berisiko Tinggi Diperiksa Dokter Ahli Berkala

Andri B.Soleh
- Minggu, 19 Juni 2022 | 17:00 WIB
Jemaah haji konsultasi dengan dokter ahli (Kemenkes)
Jemaah haji konsultasi dengan dokter ahli (Kemenkes)
NOLMETER.COM - Jemaah Haji Risiko Tinggi (Risti) dari sektor 4 mendapat pelayanan dari Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Jemaah berasal dari kloter SOC 004, SOC 005, SOC 006, PDG 001, dan PDG 003, masing masing 5 jemaah dari tiap kloter mendapatkan layanan konsultasi dokter spesialis.
 
Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah dr. Muhammad Imran Menyampaikan bahwa layanan ini merupakan salah satu inovasi yang dilakukan untuk mendekatkan layanan kesehatan KKHI Kepada Jemaah haji. Tujuannya agar jemaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna.
 
''Jemaah risti memang sudah membawa penyakit dari tanah air. Sebagian besar menderita hipertensi, diabetes, dan juga penyakit jantung. Nah penyakit komorbid ini berisiko menyebabkan mereka tidak bisa menyelesaikan ibadahnya dengan sempurna. Agar mereka bisa tetap sehat tetap bisa menjalankan ibadahnya dengan sempurna, kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk mereka,'' ujar dr. Imran.
 
 
Layanan konsultasi jemaah haji risti kepada dokter spesialis lanjut dr. Imran akan dijadwalkan secara berkala setiap satu atau dua kali dalam seminggu. Diharapkan seluruh jemaah haji risti yang membutuhkan konsultasi dengan dokter spesialis dapat terlayani dengan baik.
 
''Kita akan lanjutkan dengan kloter lainnya, akan dijadikan program berkala untuk menekan angka kesakitan jemaah haji kita,'' ucap dr. Imran.
 
Proses screening jemaah haji risti dilakukan oleh Tenaga Kesehatan Haji (TKH) kloter, untuk selanjutnya di bawa ke KKHI dari sektor. Setiap satu kloter didampingi oleh satu TKH kloter. Ketika sampai, jemaah dibantu TKH mengisi form rawat jalan. Pasien antri tunggu dipanggil, kemudian dilakukan pengecekan tensi terlebih dahulu, setelah itu konsul dengan dokter spesialis. Selesai konsultasi, jemaah mendapatkan obat sesuai dengan penyakitnya, serta edukasi kesehatan. Selama menunggu giliran, jemaah pun diputarkan video pendek edukasi kesehatan haji.
 
dr. Yofri Yandri, TKH yang mendampingi jemaah dari kloter PDG 001 mengatakan bahwa sebagian jemaah kondisinya baik, namun banyak yang kelelahan setelah beraktivitas umrah dan kegiatan lainnya
 
''kebanyakan kelelahan dan ada yang batuk pilek juga, kemudian ada yang tensinya kurang stabil,'' ujar dr Yofri.
 
Sebanyak Tujuh poli spesialis yang memberikan pelayanan bagi Jemaah Haji risti pada hari ini, yaitu Poli Penyakit dalam, Poli Paru, Poli Jantung, Poli Psikiatri, Poli Kulit, Poli Saraf, dan Poli Bedah.
 
''Kalau ada masalah yang lebih serius, tentunya akan ditangani lebih lanjut, dari 25 jemaah, 2 orang membutuhkan rawat inap di KKHI,'' tambah dr. Imran.
 
 
Terkait dengan kepatuhan jemaah risti menggunakan wristband, dr. Imran mengakui masih perlu dilakukan edukasi secara terus menerus agar jemaah paham bahwa wristband harus digunakan setiap saat agar kondisi vital sign jemaah dapat terus terkontrol oleh TKH.
 
''Diharapkan digunakan setiap saat oleh jemaah haji, khususnya saat beraktivitas. Akan diedukasi lewat TKHnya, diberikan penjelasan bahwa wristband tidak perlu dilepas saat berwudhu misalnya, karena memang bersifat anti air,'' jelas dr. Imran.
 

Editor: Andri B.Soleh

Sumber: kemenkes

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X