• Senin, 15 Agustus 2022

Indonesia Bisa Penuh Bebas Masker, Asal Menunggu Ini

Andri B.Soleh
- Senin, 30 Mei 2022 | 14:00 WIB
Ilustrasi melepas masker (Pixabay/Sean Corcoran )
Ilustrasi melepas masker (Pixabay/Sean Corcoran )
NOLMETER.COM - Jumlah kasus konfirmasi COVID-19 baik global maupun nasional terus menurun. Di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasusnya relatif stabil, masih di bawah kisaran 1000 kasus positif perhari.
 
Meski masyarakat kini  diperbolehkan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, namun Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, tetap harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Mengingat saat ini dunia belum sepenuhnya terbebas dari COVID-19, sehingga potensi penularan itu tetap ada.
 
Ada beberapa ketentuan yang tetap harus diperhatikan masyarakat agar situasi ini tetap terkendali. Masyarakat yang diperbolehkan lepas masker adalah mereka kondisi tubuhnya sehat. Sementara bagi lansia, orang dengan penyakit penyerta dan orang yang sakit flu dengan gejala batuk dan pilek, diminta tetap memakai masker saat melakukan aktivitas di dalam maupun luar ruangan.
 
 
Kebijakan pelonggaran penggunaan masker, kata Menkes akan terus dipantau perkembangannya. Jika, relatif masih terkendali, maka bukan tidak mungkin Indonesia bisa sepenuhnya bebas masker.
 
'' Kita masih menunggu sampai pertengahan Juni, karena biasanya kenaikan itu terjadi 30-35 hari sesudah pemberlakuan kebijakan, kalau memang kasusnya relatif lebih baik, kita juga akan lakukan sero survei sekali lagi di bulan Juni, kalau hasilnya baik mudah-mudahan bisa secara bertahap kita lakukan relaksasi,'' ungkap Menkes 
 
Melandainya jumlah kasus COVID-19, tak menurunkan tekad Kementerian Kesehatan untuk terus menggencarkan vaksinasi COVID-19. Akselerasi vaksinasi tetap digalakkan untuk mencapai kekebalan kelompok yang merata.
 
Menkes pun mengimbau masyarakat segera mendapatkan vaksinasi dosis lengkap dan booster COVID-19 di fasilitas pelayanan kesehatan maupun pos pelayanan vaksinasi terdekat. Semakin cepat divaksinasi, semakin cepat juga kekebalan tubuh terbentuk.
 
 
 
" Untuk yang belum booster saran saya terus dilanjutkan, karena itu memberikan proteksi yang baik untuk kita, sasaran yang dibooster terbukti secara ilmiah kadar antibodinya jauh lebih tinggi dibandingkan yang belum dibooster, ini penting untuk melindungi orang sekitar terutama orang tua kita,'' pungkasnya.
 

Editor: Andri B.Soleh

Sumber: kemenkes

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SOC 43 Menutup Penyelenggaraan Haji 1443 H

Senin, 15 Agustus 2022 | 09:44 WIB

Ini Strategi Kemenkes Menurunkan Kematian Jemaah Haji

Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:00 WIB

Harapan Keluarga Penerima Gelar Tanda Kehormatan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:30 WIB

Presiden Jokowi Ingatkan Petani Rawat Kelapa Genjah

Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:00 WIB
X