• Senin, 15 Agustus 2022

Jemaah Haji Dan Petugas Perlu Mengenali Tanda Tanda Heat Stroke

Andri B.Soleh
- Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:00 WIB
Ikustrasi Ibadah Haji ( Pixabay/Abdullah Shakoor)
Ikustrasi Ibadah Haji ( Pixabay/Abdullah Shakoor)

NOLMETER.COM - Pelaksanaan ibadah haji yang ditunggu selama dua tahun ini sudah semakin dekat. Jemaah dan petugas haji sudah harus mempersiapkan sejak sekarang. Mengingat  ibadah haji adalah ibadah fisik. 

Cuaca panas saat musim haji tahun ini harus diwaspadai para jemaah haji. Terutama untuk kekuatan fisik para jemaah. Heat Stroke atau serangan panas menjadi hal pertama yang diantisipasi tenaga kesehatan haji dalam menjalankan tugas. Untuk itu baik petugas dan jemaah haji diminta untuk dapat mengenali tanda tanda heat stroke.

''Jangan sampai mereka tidak menyadari bahwa sudah masuk dalam tahapan heat exhausted. Mereka harus mengenali gejala heat exhausted. Seperti pusing, mual terutama pada saat aktifitas di luar ruangan,'' tegas Kepala kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, dr. Muhammad Imran, seperti dikutip dari situs kemenkes.
 
 
Menurut dr. Imran ada kondisi sebelum orang dinyatakan mengalami heat stroke. Kondisi pertama adalah heat exhausted. Kondisi ini ditandai dengan rasa sakit kepala, keringat berlebihan, kulit terlihat pucat, lembab, dan terasa dingin, nafas cepat, mual, dan nyeri otot. Kondisi ini dapat diatasi dengan minum air yang cukup, mengganti elektrolit yang hilang, menyemprot tubuh dengan air dan beristirahat setidaknya 30 menit.
 
Kondisi yang lebih parah, saat orang mengalami heat stroke atau serangan panas. Merupakan kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas, karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan. Terjadi peningkatan suhu badan dengan cepat hingga mencapai 41 derajat celcius dalam kurun waktu 10-15 menit, dan tubuh sudah tidak dapat mengeluarkan keringat.
 
Heat Stroke atau serangan panas dapat memperberat kondisi orang yang sedang sakit dan menyebabkan kematian.
 
 
''Untuk itu upaya-upaya pencegahan harus gencar dilakukan, untuk petugas mulai dari edukasi cara menyemprot air, bagaimana cara melarutkan dan waktu yang tepat untuk minum cairan elektrolit. Sementara untuk jemaah, selalu melengkapi diri dengan APD dan jangan tunggu haus untuk minum,'' tambah dr Imran.
 

Editor: Andri B.Soleh

Sumber: kemenkes

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SOC 43 Menutup Penyelenggaraan Haji 1443 H

Senin, 15 Agustus 2022 | 09:44 WIB

Ini Strategi Kemenkes Menurunkan Kematian Jemaah Haji

Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:00 WIB

Harapan Keluarga Penerima Gelar Tanda Kehormatan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:30 WIB

Presiden Jokowi Ingatkan Petani Rawat Kelapa Genjah

Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:00 WIB
X