• Selasa, 7 Februari 2023

Cerita Sasminto, Calon Bikkhu yang Melepaskan Status Samanera dan Menjadi Umat Perumah Tangga

- Senin, 28 November 2022 | 19:43 WIB
Banthe Dhammasiri, samanera yang  melepas status samanera dan menjadi umat perumah tangga (FB Dhammasiri Samanera)
Banthe Dhammasiri, samanera yang melepas status samanera dan menjadi umat perumah tangga (FB Dhammasiri Samanera)

NOLMETER.Com - Dalam agama Buddha, menjadi seorang bikkhu adalah komitmen yang serius dan seumur hidup. Seorang calon bikkhu pun harus menjalani beberapa tahap dan pendidikan. Calon bikkhu itu biasa disebut samanera. 

Jika belum disahkan menjadi bikkhu, melalui upacara upasampada, seorang samanera boleh melepas statusnya dan kembali menjalani kehidupan sebagai umat perumah tangga atau yang biasa dikenal sebagai masyarakat awam. 

Baca Juga: 24 Ucapan Natal untuk Orang Terkasih

Hal itulah yang dilakukan oleh Sasminto atau Samanera Dhammasiri. Setelah 22 tahun memakai jubah, pada 26 November 2022 beliau mengumumkan keputusannya untuk melepas status samanera di bawah naungan Sangha Theravada Indonesia (STI) di akun facebooknya. 

Dikonfirmasi melalui Whatsapp, beliau membenarkan berita itu. Ada beberapa alasan yang beliau kemukakan yang melatari keputusan tersebut. Salah satunya adalah karena penolakan untuk pengangkatan menjadi bikkhu hingga tahun ke-19. 

Meski begitu, beliau yang bernama asli Sasminto ini mengaku tidak pernah mengajukan dan dan tidak memiliki keinginan untuk menjadi bikkhu. Melalui unggahan di facebook itu beliau menuturkan, 

"Sejak pulang dari Sri Lanka, setiap kali diundang untuk mengikuti upasampada, saya selalu diberitahu 'Kamu belum bisa diusampada tahun ini.'" 

Beliau kemudian menginterpretasi kata-kata itu sebagai sebuah penolakan untuk menjadi bikhhu. Masih menurut tuturan beliau, secara vinaya, penolakan untuk menjadi bikkhu adalah bentuk hukuman dengan tujuan agar yang ditolak bisa melakukan reformasi diri. 

"Sekalipun demikian, saya tidak tertarik sedikit pun untuk mereformasi diri karena saya memiliki alasan sendiri. Sebenarnya ini adalah bentuk pembangkangan dan ini tentu tidak baik bagi kebaikan shanga itu sendiri." 

Halaman:

Editor: Linggar Rimbawati

Sumber: FB Dhammasiri Samanera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berkenalan dengan Suku Badui: Kepercayaan dan Tradisi

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:15 WIB
X