• Sabtu, 2 Juli 2022

Peringatan 205 Tahun Kebun Raya Bogor, Griya Anggrek Diresmikan

Andri B.Soleh
- Kamis, 19 Mei 2022 | 18:05 WIB
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko meresmikan wahana edukasi Griya Anggrek (Orchid House) di Griya Anggrek Kebun Raya Bogor (Pemkot Bogor)
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko meresmikan wahana edukasi Griya Anggrek (Orchid House) di Griya Anggrek Kebun Raya Bogor (Pemkot Bogor)

NOLMETER.COM - Memasuki usia 205 Tahun Kebun Raya Bogor (KRB), Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko meresmikan wahana edukasi Griya Anggrek (Orchid House) di Griya Anggrek Kebun Raya Bogor, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (18/5).

Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi istrinya, Yane Ardian menghadiri acara bersama Kepala Istana Kepresidenan Bogor, Erwin Wicaksono, Danrem 061 Suryakancana, Brigjen TNI Rudy Saladin didampingi pimpinan Forkopimda Kota Bogor.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dalam sambutannya menyebutkan, di usia 205 tahun KRB yang merupakan satu dari 45 kebun di Indonesia harus menjadi role model bagi kebun raya - kebun raya yang ada di seluruh Indonesia, yang sebagian dikelola bersama-sama pemerintah daerah.

Soft launching Griya Anggrek KRB diharapkan menjadi titik awal dalam mengelola fasilitas yang ada di kebun raya - kebun raya yang telah dibangun kementerian terkait. Griya Anggrek KRB merupakan salah satu fasilitas infrastruktur yang secara spesifik ditujukan untuk menyimpan koleksi anggrek, khususnya yang spesies atau asli, selain hasil silang atau hibrida.

Baca Juga: Saat Ibu Iriana Ajak Istri PM PNG Keliling Kebun Raya Bogor

Secara keseluruhan mampu menampung 800 suku, 4.000 marga dengan jumlah sebanyak 10 ribuan. Keberadaannya diharapkan sebagai tempat edukasi bagi publik tidak hanya tentang anggrek tetapi juga konservasi secara umum. Ke depan kebun raya yang ada di seluruh Indonesia akan diperkuat dengan mengajak pemda maupun akademisi setempat.

Selain lima fungsinya sebagai riset, konservasi, jasa lingkungan, edukasi dan wisata. Pengelolaannya kata Kepala BRIN, akan didorong dan diintegrasikan dengan Sains Center di daerah kebun raya berada sebagai tempat pemberdayaan ekonomi, UMKM di daerah masing-masing berbasis teknologi sebagai penguatan ekonomi lokal, sehingga program kebun raya menjadi lebih multidimensi, selain itu juga untuk tempat berkesenian.

“Kebun raya itu harus jadi pusat, bisa jadi pusat aktivitas, ekonomi, edukasi dan lainnya. Jadi bukan sekedar konservasi atau yang konvensional tadi. Ini adalah pendekatan baru karena pengalaman kita dari pandemi dua tahun ini cukup berat bagi para pengelola kebun raya, sehingga ke depan kebun raya yang ada akan lebih kita tingkatkan menjadi pusat aktivitas secara umum,” katanya.

Untuk mendukung strategi besar BRIN secara nasional dalam meningkatkan cakupan hijau dan meningkatkan posisi Indonesia terkait perdagangan karbon, BRIN akan mendorong lahan kosong yang tidak terlalu dikelola dan dimiliki satu institusi menjadi kebun raya.

Kebun Raya Bogor adalah soul, heart dan identitas utama Kota Bogor. Cita-cita warga Kota Bogor sederhana saja, KRB bisa menyeimbangkan antara konservasi dan rekreasi,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Halaman:

Editor: Andri B.Soleh

Sumber: Pemkot Bogor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Bogor Gelar FGD UU HKPD dan Cipta Kerja

Jumat, 1 Juli 2022 | 07:00 WIB

Dedie Tinjau Pabrik Gong Pancasan

Kamis, 30 Juni 2022 | 07:00 WIB

Prakiraan BMKG : Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah

Kamis, 30 Juni 2022 | 06:07 WIB

Penkot Bogor Mulai Lakukan Vaksinasi Sapi

Rabu, 29 Juni 2022 | 09:00 WIB

Sekjen PSSI Pantau Latihan Timnas Wanita

Rabu, 29 Juni 2022 | 08:00 WIB
X