• Sabtu, 2 Juli 2022

Sekarang Ada Rumah Restorative Justice di Desa Pasir Mukti

Andri B.Soleh
- Kamis, 19 Mei 2022 | 10:30 WIB
Rumah Restorative Justice yang diresmikan  Kajari Kabupaten Bogor, Rabu (18/5) (Pemkab Bogor)
Rumah Restorative Justice yang diresmikan Kajari Kabupaten Bogor, Rabu (18/5) (Pemkab Bogor)
NOLMETER.COM - Pemerintah Kabupaten Bogor menyambut baik hadirnya Rumah Restorative Justice, di Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeureup. Menurut  Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin, Pemerintah Kabupaten Bogor, menyambut baik dan turut berbangga atas didirikannya Rumah Restorative Justice ini sebagai pilot project di wilayah hukum Kabupaten Bogor.
 
“Kami apresiasi upaya Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk membantu penyelesaian berbagai perkara di tengah masyarakat, diluar jalur hukum formal, demi memenuhi rasa keadilan dengan mengedepankan mediasi perdamaian, serta musyawarah antara pihak tersangka dan korban, yang disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat,” ungkap Burhanudin.
 
Burhanudin berharap Rumah Restorative Justice yang diresmikan  Kajari Kabupaten Bogor, Rabu (18/5) ini, bisa menghindari resistensi, serta keharmonisan tetap terjalin di tengah masyarakat. Ia juga yakin masyarakat Kabupaten Bogor turut menyambut baik hadirnya Rumah Restorative Justice ini.
 
 
 
“Saya harap Rumah Restorative Justice ini nantinya hadir di seluruh kecamatan se-Kabupaten Bogor untuk mendukung terwujudnya visi Kabupaten Bogor termaju, nyaman, dan berkeadaban,” harapnya.
 
Selanjutnya, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Agustian Sunaryo menjelaskan, Rumah Restorative Justice ini sesuai dengan Peraturan Jaksa Agung, dan akan dicanangkan beberapa Rumah Restorative Justice di Kabupaten Bogor.
 
 
Restorative Justice, tutur Agustian,  adalah penyelesaian perkara pidana dengan melibatkan beberapa pihak yakni pelaku, korban, keluarga, maupun masyarakat atau pihak-pihak lain sehingga terjadi pemulihan keadaan yang memperhatikan kepentingan-kepentingan dari pihak pelaku dan korban.
 
“Kita melihat di Desa Pasir Mukti ini lingkungannya kompleks, sehingga potensi-potensi persinggungan dan perbedaan pendapat sangat tinggi,” ujarnya.
 
Menurut Agustian, tidak semua kasus bisa dilakukan restorative justice, Kejaksaan Agung sudah menentukan yakni untuk kasus dengan hukuman pidana dibawah lima tahun saja, dan bukan residivis. Ketika tersangka mendapatkan restorative justice nantinya akan dihentikan penuntutannya. Ini adalah penyelesaian perkara pidana dengan sebuah metode restorative justice, dan tentunya akan diakukan secara selektif.
 
 
“Kedepannya akan terus kita tambah Rumah Restorative Justice di Kabupaten Bogor secara bertahap, dan tentunya dengan berkoordinasi dan difasilitasi oleh Pemkab Bogor,” tandas Agustian Sunaryo. 

Editor: Andri B.Soleh

Sumber: Pemkab Bogor

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Bogor Gelar FGD UU HKPD dan Cipta Kerja

Jumat, 1 Juli 2022 | 07:00 WIB

Dedie Tinjau Pabrik Gong Pancasan

Kamis, 30 Juni 2022 | 07:00 WIB

Prakiraan BMKG : Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah

Kamis, 30 Juni 2022 | 06:07 WIB

Penkot Bogor Mulai Lakukan Vaksinasi Sapi

Rabu, 29 Juni 2022 | 09:00 WIB

Sekjen PSSI Pantau Latihan Timnas Wanita

Rabu, 29 Juni 2022 | 08:00 WIB
X