Mural Ekspresi Seni, Apa Bedanya Dengan Grafiti?

- Jumat, 3 September 2021 | 13:59 WIB
Ilustrasi mural/Pixabay/RaulGajardo
Ilustrasi mural/Pixabay/RaulGajardo

Nol Meter - Belakangan jagad media sosial Indonesia dipenuhi dengan tampilan mural yang memuat kalimat  “Tuhan, aku lapar”. Mural inipun banyak diperbincangkan netizen. Sebagian menilai mural tersebut bukanlah karya seni karena isinya menyindir pihak tertentu. Sebelumnya juga banyak mural yang bermunculan di sudut-sudut kota yang berisi kritikan terhadap pemerintah. Aparatpun bergerak menghapus mural-mural yang dinilai tidak etis tersebut.

Terlepas dari isi mural, para pegiat seni mempertanyakan apakah karya-karya tersebut layak disebut sebagai sebuah mural?

Apakah tulisan-tulisan di tembok-tembok sudut kota tersebut adalah karya seni?

Lantas apakah yang dimaksud dengan mural sebenarnya?

Mural banyak ditemukan pada dinding-dinding yang ada di jalanan atau trotoar. Bahkan beberapa diantaranya juga dituangkan pada dinding-dinding rumah atau bangunan, baik yang masih dimanfaatkan maupun sudah tidak terpakai atau tidak dihuni lagi.

Baca Juga: Wregas Bawa Isu Kekerasan dan Pelecehan Seksual Dalam Film Penyalin Cahaya Ke BIFF

Berbagai macam tujuan dan maksud dari pembuatan mural oleh para artis mural. Mulai dari mengekspresikan diri, memperindah lingkungan, bagian dari promosi, hingga menyampaikan aspirasi.

Jika membuka KBBI, mural adalah kata benda yang berarti lukisan pada dinding. Jika merujuk pada KBBI ini, semua gambar dan lukisanyang dituangkan di media berupa dinding dapat disebut sebagai mural.

Secara bahasa mural berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata “murus” yang berarti dinding. Namun secara luas mural dapat diartikan sebagai menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau media luas lainnya yang bersifat permanen. Dari pengertian ini dapat disimpulkan mural adalah lukisan atau gambar apapun yang dibuat pada media permanen seperti dinding, lantai, langit-langit, bahkan meja.

Baca Juga: Jangan Lupa Ganjil Genap di Puncak Mulai Siang Ini

Seni mural sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Bahkan mural dianggap sudah ada sejak jaman pra-sejarah. Hal ini ditandai dengan ditemukannya lukisan-lukisan di dinding gua yang dibuat oleh manusia pra-sejarah.

Di jaman modern mural semakin berkembang. Mural tidak hanya sebagai bentuk ungkapan dan aspirasi pembuatnya, namun mural juga menjadi media untuk melakukan kritik terhadap masalah sosial lewat gambar dan lukisan di dinding, jalanan, dan trotoar. Tidak sampai disitu, muralpun kini menjadi ladang bisnis seni lukisan. Mural menjadi salah satu pilihan untuk mempercantik interior rumah, kantor, hingga ruang publik. Bahkan mural juga menjadi daya tarik tersendiri sebagai spot foto yang menarik.

Tidak heran jika kini tidak sedikit cafe, restoran, hotel, apartemen hingga rumah menggunakan lukisan dinding atau mural sebagai Point of View dari ruangan mereka. Mural menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke cafe atau restoran. Mural yang dibuat disesuaikan dengan selera atau konsep cafe/restorannya. Mural juga dapat diamnfaatkan sebagai media branding secara tidak langsung.

Selain mural kita juga mengenal karya seni yang disebut sebagai grafiti. Lantas apa perbedaan antara mural dan grafiti. Jika dilihat dari medianya, baik mural maupun grafiti sering dibuat di atas media dinding.

Halaman:

Editor: Abdul Kholik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Untukmu Agar Terhindar Dari Asap Rokok!

Rabu, 7 Juni 2023 | 22:06 WIB

Tips Nabung Anti Gagal Untuk Kaum Pelajar!

Rabu, 7 Juni 2023 | 21:13 WIB
X